Gawai dan telepon cerdas dalam genggaman anak-anak

By nero taufik 31 Okt 2017, 20:39:55 WIBparenting
Gawai dan telepon cerdas dalam genggaman anak-anak

Tablet atau yang kemudian disebut gawai dalam Bahasa Indonesia yang baku, dan juga smartphone atau ponsel cerdas, bukan lagi barang asing bagi warga Indonesia, baik warga perkotaan ataupun pedesaan.  Pada perkembangannya, kedua teknologi canggih tersebut bukan hanya digunakan oleh orang dewasa melainkan oleh berbagai tingkatan usia, termasuk anak-anak usia SD, bahkan PAUD. Banyak orang tua yang sengaja membelikan kedua barang tersebut untuk anak-anaknya. Entah apa alasan pasti yang mendasari keputusan orang tua membelikan barang tersebut untuk anak-anaknya? Namun dalam hal ini, berdasarkan beberapa peristiwa yang saya saksikan langsung, saya mencoba menebak kemungkinan demi kemungkinan, alasan orang tua memberikan gawai dan atau ponsel cerdas kepada anak-anaknya. Menurut saya, ada tiga kemungkinan alasan yang melandasi orang tua rela merogohkocek sakunya demi membeli gawai atau ponsel cerdas untuk anak-anaknya. Satu, supaya anak cerdas, segera memiliki banyak pengetahuan karena kedua barang tersebut menawarkan banyak feature yang dapat merangsang kognitif anak. Kedua, supaya anak anteng bermain atau mempelajari sesuatu yang pada gilirannya tidak mengganggu aktivitas mereka para orang tua, setidaknya dalam saat-saat tertentu. Ketiga, karena alasan pergaulan. Di dunia yang serba modern ini, kadang ada orang tua atau anaknya sendiri yang menganggap deso, atau merasa hidup di zaman batu jika tidak memiliki barang canggih, semacam gawai atau ponsel cerdas, sementara orang-orang di sekitarnya memiliki barang tersebut. Di luar itu, tentu saja masih ada seabreg alasan lain.

Musabab lahirnya asumsi di atas, ini berdasarkan pengalaman saya secara langsung. Untuk alasan pertama dan kedua, alasan itu lahir dari perjumpaan saya dengan dua orang teman yang kebetulan sud