Gawai dan telepon cerdas dalam genggaman anak-anak

By nero taufik 31 Okt 2017, 20:39:55 WIBparenting
Gawai dan telepon cerdas dalam genggaman anak-anakk, meminta untuk dibelikan gawai. Anaknya yang baru duduk di kelas VI SD merasa minder karena tidak memiliki gawai, sementara mayoritas teman-temannya memilikinya. Temannya menimpali “belikan dong, inikan bukan zaman batu! Anak gue sejak kelas 1 SD saja sudah aku belikan” Serta merta orang tua pertama, yang berkisah tentang keinginan anaknya memiliki gawai, segera merencanakan membeli gawai untuk anaknya. Malahah, ia segera menanyakan tenntang kualitas dan harganya secara detail.

Di luar alasan kenapa orang tua memberikan gawai atau dan ponsel cerdas untuk anak-anaknya, beberapa artikel hasil penelitian yang berseliweran di internet ataupun dalam beberapa majalah, mengabarkan bahwa kedua barang elektronik tersebut mengirimkan dampak buruk bagi tumbuh kembang anak. Pada tahun 2011, The International Agency For Research on Cancer (IRIC) yang merupakan bagian dari World Health Organization (WHO) mengumumkan bahwa paparan gelombang elektromagnetik yang bersumber dari radio televise, microwave, telepon genggam dan Wi-Fi mungkin saja menyebabkan kanker. Lebih lanjut, penelitian terbaru yang dipublikasikan Journal of Microspy and Ultrastructure, mengumumkan bahwa anak-anak lebih beresiko terkena bahaya elektromagnetik dibandingkan orang dewasa, dengan alasan bahwa mereka (anak-anak) memiliki tubuh dan otak yang lebih kecil, serta memiliki tulang yang lebih tipis. dr. Susetyo Handryastuti pernah SpA(K)menegaskan bahwa gawai hanya merangsang perkembangan kognitif tapi tidak pada perkembangan motorik kasar, halus, interaksi sosial dan kemampuan berbicara dan bahasa (Widyaningrum: 2015)

Kiranya, hasil penelitian di atas harus menjadi kekhawatiran orang tua terhadap dampak kedua barang elektonik tersebut bagi tumbuh kembang anak. Dalam hal ini, kekhawatiran dalam dosis tertentu dibutuhkan untu